HNISukses.com – Beberapa waktu lalu sempat terdengar kabar adanya kasus seorang nasabah sebuat jasa keuangan Digital atau lebih disebut Fintech mengeluhkan cara-cara tidak manusiawi oleh yang dilakukan para ‘Debt Collector’ nya dalam menagih utang nasabah yang lewat jatuh tempo.

Singkat cerita, sang nasabah akhirnya dipermalukan secara ‘sadis’ oleh mereka dengan cara diserang psikisnya. Salah satu modusnya yaitu mereka akan mengirim sms ke nomer-nomer kontak yang ada di HP kita. Isi SMS nya biasanya berisi bully-an, kasar dan memalukan. Mungkin muncul pertanyaan, darimana mereka bisa tahu semua nomer yang ada di kontak HP kita ? Jawabannya adalah, ketika kita meng’instal’ aplikasi fintech tersebut biasanya sistem aplikasi  diizinkan untuk mengakses phone book di HP kita tanpa kita sadari.

Memang, faktanya hingga hari ini, Ketika kita benar – benar kesusahan uang , salah satu pilihan yang sering dilakukan adalah memilih untuk meminjam uang di bank. Meminjam uang dibank salah satu cara yang bisa membantu kita ketia terlilit kekurangan modal besar namun kita juga harus menyanggupi ketentuan dengan jaminan bunga.

Terkadang bank atau lembaga jasa keuangan selalu memberikan iming – imingan pinjaman besar dengan bunga yang hanya sedikit. Tak hanya itu saja , ada sejumlah hal yang perlu kamu ketahui jika kamu ingin melakukan pinjaman uang  yakni harus lebih paham dengan trik -trik yang mereka tawarkan.

Seperti yang dilansir dari reportaseterkini.com, inilah dia diantaranya :

1. Memberikan iming-iming bunga rendah

“Ini bunga cuma 2% pak.”
“Khusus buat bapak karena pelanggan setia, kita kasih bunga ringan hanya 1% pak.”
Dan bermacam2 rayuan maut yang luar biasa.

Ada sebuah pengakuan dari salah satu nasabah margin keuntungan saya selama ini khan 20% dari modal, berarti kalau saya pinjam , saya nambah penghasilan banyak, karena modal saya + utang = margin nambah banyak. Sementara bunga hanya 1% dari utang. Masak iya misal utang Rp. 75 juta tidak bisa ngasih bunga Rp. 750.000,-. Khan kalau modal saya ditambah Rp. 75 juta, saya akan mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata 20% = Rp. 15 juta!

Dan yang perlu diketahui jika ternyata uang Pinjaman itu setiap bulan terus berkurang, itu berarti bulan depannya, bunga yang dibayar bukan 2% dari pinjaman , tetapi sudah membesar. Semakin bulan, bunga yang kamu bayar semakin besar.

2. Tidak mau menjelaskan secara gamblang dan transparan sistem kreditnya

Ketika kamu ingin pinjam uang di bank dan lembaga keuangan lainnya, kebanyakan mereka tidak mau menjelaskan secara gamblang dan transparan sistem kreditnya.

Kenapa demikian ? karena kebanyakan orang yang utang  adalah orang yang terdesak keperluan sehingga yang penting cepat cair, maka bank dan lembaga keuangan lainnya dengan lihai menghindari menjelaskan skema kreditnya seperti apa.

Contohnya : kalau kamu utang Rp. 10 juta selama 10 bulan, maka ketika kamu sudah mengangsur selama 5 bulan, maka utang kamu hanya tinggal 5 juta. Padahal itungan kamu itu mutlak salah. Kebanyakan bank menggunakan sistem BUNGA MENURUN.

Eitsss bentar dulu, bunga menurun ini bukan berarti bunganya berkurang. Tetapi skema bunga menurun ini bukan menguntungkan tapi sangat nerugikan karena sedikit demi sedikit bunga itu semakin bertambah yang artinya , denda angsuran 2x kedepan, denda bunga berjalan, denda pinalti, dan administrasi. Ketika kamu mau melunasi utang Rp. 10 juta tadi, bisa jadi anda harus membayar Rp. 8.5 juta.

3. Dibuat panik

Sadarkah kamu ketika kamu pinjam uang di bank dan sejenisnya, kamu akan lebih sering di buat panik. Kok bisa dibuat panik ? ya jelas, coba sadari ketika kamu pinjam uang di bank , terkadang pegawai bank memberikan kamu sejumlah lembaran – lembaran kertas yang perlu kamu tanda tangani. Tapi apakah kamu diberi waktu untuk membacanya ? seringkali tidak bukan, padahal tanpa kita sadari kita terjebak dalam ketentuan – ketentuan bank yang ternyata malah bisa menjerat kamu ke pihak hukum jika melanggar ketentuan tersebut.

4. Biaya-biaya dan tabungan

Yang juga perlu kamu ketahui ketika pinjam bunga di bank yakni kamu harus lebih teliti dengan biaya – biaya tabungan. Coba sadari , ketika kita pinjam uang Rp. 75 juta, kita tidak akan benar-benar menerima uang Rp. 75 juta. Paling sekira Rp. 70 juta.

Kemudian pasti kamu akan mengalami sejumlah hal seperti kena biaya administrasi bank dan notaris , kena biaya provisi (uang jasa kepada bank karena sudah mencairkan pinjaman. Selain itu kau juga akan dikenai 1x cicilan bulan depan (cicilan pertama) sudah ditinggal dibuku tabungan yang akan didebet (sama aja bohong khan), biaya materai yang meningkat dan terakhir kamu juga akan disuruh buat tabungan sekian %.

Contohnya saja:

Kamu meminjam uang ke Bank sebesar: Rp. 75 juta
Jangka waktu: 36 bulan
Uang yang saya terima bersih : Rp. 70 juta
Keuntungan bank: Rp. 54.949.000
Prosentase bunga sesungguhnya: 73.25%

Karena menggunakan sistem bunga menurun, maka cicilan saya sebesar Rp. 3.470.000,- yang dihitung sebagai angsuran pokok hanya Rp. 1.169.000,- sementara bunganya Rp. 2.301.000,-.

Dan jika dipikir secara logika , itu artinya bunga diambil lebih besar dari awal – awal. Itulah kenapa jika semakin banyak kamu meminjam uang , maka bank akan lebih senang . Bank tidak akan pernah merasa rugi.

Dan yang lebih perlu kamu perhatikan lagi jika pegawai-pegawai bank, pakai baju rapi, pakai dasi, badan wangi, gaji berjeti-jeti, diruangan ber AC dan santai-santai dan gaji tersebut juga lebih besar karena di dapat dari nasabah.
Nah, untuk itu ketika kamu memang sedang terlilit kesusahan , cobalah untuk meminta bantuan kawan . Jangan langsung memilih untuk meminjam di bank karena sama aja kamu menjadi budak dimana uang yangkamu pinjam akan bisa menjadi dua kali lipat jika semakin lama kamu berhutang. (bn)