HNIsukses.com – Banyak yang keliru dalam membedakan antara Money Game dan Multi Level Marketing lantaran sama-sama menggunakan prinsip  jaringan atau networking dalam menjalankan bisnisnya.

Secara singkat, pengertian Money game adalah suatu kegiatan pengumpulan uang atau kegiatan menggandakan uang yang pada praktiknya pemberian bonus atau komisi diambil dari penambahan atau perekrutan anggota baru, dan bukanlah dari penjualan produk. Kalaupun ada penjualan produk, hal itu hanyalah kamuflase (definisi fatwa MUI).

Sedangkan, Bisnis mlm (multi level marketing) adalah bisnis yang dijalankan dengan sistem network marketing yaitu dengan sistem berjenjang. Dengan sistem berjenjang ini produk tidak melalui agen tapi dari perusahaan langsung kepada para dsitributornya sehingga terjadi pemutusan rantai distribusi.

Secara perilaku atau praktik bisnisnya kita dapat membedakan antara Money Game dan MLM. Berikut ini ada 5 Ciri Money Game yang perlu diketahui seperti dirangkum laman amalan.com agar kita dapat menghindari bisnis tersebut.

1. Uang Pendaftaran yang Besar

Biasanya Anda akan diminta untuk membayarkan sejumlah uang yang jumlahnya cukup besar untuk bergabung, sedangkan biaya pendaftaran bisnis MLM biasanya kecil. Jika memang biaya pendaftaran tersebut besar, cobalah lihat kira-kira apa saja yang bisa Anda dapatkan. Beberapa MLM akan memberikan Anda produk contoh untuk digunakan dalam menjual barang, sehingga cukup masuk akal jika biaya pendaftaran tersebut lebih mahal.

2. Lebih Fokus dalam Investasi Dana bukan Menjual Barang

Seringkali dalam bisnis money game, Anda hanya perlu menginvestasikan sejumlah dana dengan iming-iming return yang cukup besar, asalkan Anda mampu merekrut orang-orang baru (downline). Walaupun begitu, ada kalanya juga Anda bisa ‘menjual’ produk, namun produk yang dijual di money game biasanya produk yang sulit untuk dijual dan tidak bermutu, berbeda dengan produk yang dijual bisnis MLM yang kualitasnya terjamin dan memiliki izin BPOM ataupun sertifikat luar negeri seperti Oriflame dari Swedia, Amway dari Amerika Serikat, dll.

3. Tidak tergabung dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI)

Jika memang bisnis yang ditawarkan kepada Anda memang betul-betul bisnis MLM, maka seharusnya bisnis tersebut memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dan izin edar produk dari BPOM, Depkes dan sebagainya. Sebelum bergabung dengan bisnis apapun, ada baiknya Anda mengecek dulu kredibilitas bisnis tersebut melalui daftar resmi yang dikeluarkan oleh asosiasi yang memang bersifat resmi. Jika memang bisnis tersebut memang benar-benar MLM terpercaya dan bukan sekedar skema money game, biasanya Anda bisa mencari tahu latar belakangnya melalui situs tersebut.

4. Lebih Fokus dalam Perekrutan Member

Bayaran yang diterima berasal karena perekrutan orang bukan dari penjualan barang, dan lebih menekankan kepada perekrutan member. Berbeda dengan MLM yang bayaran dan bonus yang diterima sesuai dengan kerja keras yang dilakukan anggotanya dalam menjual produk-produk. Jadi, semakin banyak downline, maka barulah semakin tinggi juga keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

5. Tidak Memiliki Program Pelatihan

Di money game, Anda tidak melalui pelatihan melainkan hanya diberi motivasi untuk menjadi member yang loyal. Lain halnya dengan bisnis MLM, tentu saja akan ada beberapa seminar motivasi supaya Anda lebih bersemangat dalam berjualan. Namun di samping itu, Anda juga akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian Anda dalam memasarkan produk.

Di Indonesia sudah banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan money game berkedok MLM. Salah satu contoh kasusnya adalah investasi fiktif yang aktivitasnya ilegal karena tidak memiliki izin atas badan usahanya. Investor dijanjikan akan mendapat keuntungan 10 persen tiap bulan namun dalam praktiknya uang dari investor tersebut kembali dipinjamkan ke para pedagang Usaha Kecil Menengah (UKM) di pasar – pasar Jabodetabek. Kredit yang dilakukan ke pedagang tersebut mengalami kemacetan yang mengakibatkan investasi fiktif tersebut tidak dapat memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan.(yus)